Langsung ke konten utama

My Version About Quarter Life Crisis

What is the meaningfull things for me???

What's my happy???

What Will i do???


Di kondisi sekarang yang lagi gak bersahabat denganku. Kondisi ketika aku gundah semalaman dan tidak bisa tidur nyenyak. Yahhh... Kupikir semua pernah merasakannya. OVERTHINK. Apalagi di masa peralihan menuju dewasa seperti ini. Membuat kebanyakan para remaja merasa resah dengan keadaannya. Merasa tidak nyaman. Sering overthink. Sudak bermeditasi berkali kali namun tidak ketemu jalan pasti. Dan pertanyaan pertanyaan yang berat itu malah makin besar. Akhirnya larut dan larut dalam emosi jiwa yang membuat kita (para remaja) makin tidak tenang. Ada aja yang mengganggu pikiran, tapi secara logis nggak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan. Ada apa dengan diri, kenapa bisa begini, problem apa yang menyerang, dan lain sebagainnya.

Sejauh ini yang bisa aku simpulin dari sekian kontemplasi yang pernah kualami. Dan dari sumber yang kupelajari. Sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Itu merupakan sebuah proses menemukan identitas. Istilah populernya ialah Quarter Life Crisis. Booommmmm!!!! 

Sedikit cerita tentang quarter life crisis. Bagi yang belum tahu apa itu quarter life crisis, quarter life crisis adalah krisis emosional di rentang usia 20-30. Bisa jadi sebelumnya bahkan sesudahnya. Aku sendiri mulai mengenal ini di usiaku 18, dan waktu itu aku sedang gap year. Di krisis ini aku (dan mungkin para remaja lainnya) sering bertanya tanya apa tujuan hidup aku. Apa yang membuatku nyaman, bahagia, senang. Hal apa yang membuatku bermakna. Seperti apa kehidupan yang ingin aku rasakan. Dan banyak lagi. Di sini kita mempertanyakan tentang diri kita. Mencoba menggali lebih dalam dari diri sendiri. Dan..... Krisis. Itu yang dialami. Proses menemukan identitas yang diwarnai dengan berbagai problematika dan campur tangan alam bawah sadar. Seringkali kita merenung ketika beranjak tidur. Itulah waktu yang tepat untuk merenung. Dan sadar atau enggak sadar. Semakin banyak kita merenung, semakin banyak kita memikirkannya. Maka semakin rumit pandangan kita terhadap diri sendiri. Karna ya menurutku itu bukan tugas kita untuk bisa menjawab sekian pertanyaan yang mengganjal pikiran. Mungkin memang ini adalah hal yang sering dilakukan. Memikirkan, risau, resah, tidak nyaman, mencoba bermeditasi, kontemplasi, dan lainnya. Tapi percaya aja, itu bukan wilayah kita untuk bisa menjawab. Pasti ada jalannya deh... Semua itu Tuhan yang merencanakan. Bersabar aja sama waktu. Kita kan tidak pernah tahu kapan waktu berpihak kepada kita. Kalo nanti masanya terjadi ya pasti terjadi. 

Itu adalah opiniku tentang quarter life crisis. Aku coba untuk refleksi. Mengenal diri lebih jauh lagi. Agar aku tidak berkepanjangan dalam quarter life crisis ini. Dan kembali lagi. Kita sejatinya adalah makhluk Tuhan. Semua itu udah ada yang ngatur. Kita sebagai makhluk hanya perlu menjalankannya dengan ikhlas. Menerima ketetapan Tuhan. Dan percaya aja bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Yang terbaik itu versi Tuhan, bukan versi kita sendiri yang dominan dengan ego. Bercita cita itu boleh, itu adalah hak manusia. Berusaha juga boleh banget, untuk merealisasikan cita-cita. Namun kembali lagi. Apa yang dicita-citakan belum tentu itu jalan hidup kita. Ya... meskipun ada beberapa orang yang punya cita-cita dan itu tercapai. Tapi coba lihat dalam lagi. Karna banyak orang yang tidak bisa mencapai goals nya. Hanya segelintir saja yang bisa sampai di titik goals nya. So.... readers. Please! Siapkan self acceptance. Tuhan tahu yang terbaik untuk kita, sedang kita tidak mengetahuinya. Dan percaya semua itu ada garisnya masing masing. Yang bakal terjadi itu adalah yang terbaik buat kita masing masing. 

Salam semangat semua bagi para pembaca! Keep spirit, mari tuntaskan quarter life crisis!!! And always feel self awareness, self acceptance!!!

Komentar

  1. Hello good readers!!!

    Aku adalah blogger yang masih pemula. Postingan di blog ini adalah opiniku, dan masih tahap belajar. So i want you to leave your comment down bellow. Aku akan sangat antusias untuk membaca komen2 kalian. Karna aku butuh kritik untuk memberikan tulisan tebaik disini dan membangun blog ini.
    Untuk postingan tentang quarter life crisis. Aku sangat senang sekali kalian bisa berbagi cerita kalian disini. Jadi silahkan tinggalkan komen terbaik kalian! I looking for to see your comments

    BalasHapus
  2. Hallo kakk. Terimakasih atas tulisannya. Bener bgt apa yg ada di cerita itu. Aku juga lagi proses nih kak. Berat bgt siih emang :v but, what to be done? Kita cuma wayangnya Tuhan yg sedang menjalankan peran. Ttp semangat buat qaqaa~ ditunggu karya lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo..... Senang sekali bisa menjawab komen ini. Ok reader terimakasih sudah mampir di blog ini, terimakasih atas atensinya😊 semoga tulisan ini bisa sedikit membuka pikiran reader terhadap permasalah qlc yang sedang reader alami... Semangat terus buat reader, next post will be cooming soon.
      Happy reading....

      Hapus
  3. Hallo kakk. Terimakasih atas tulisannya. Bener bgt apa yg ada di cerita itu. Aku juga lagi proses nih kak. Berat bgt siih emang :v but, what to be done? Kita cuma wayangnya Tuhan yg sedang menjalankan peran. Ttp semangat buat qaqaa~ ditunggu karya lainnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esensi "The Secret" (Law of Attraction/LOA) PART 1

Ceritanya, aku dikontak sama kakak sepupu tertuaku. Dan sebelumnya dia sudah buka tulisan-tulisan di blog aku. Aku agak terkejut ketika tahu dia baca blog aku (mungkin sampai abis). Tapi disisi lain aku berterimakasih karena dia sudah menyempatkan mampir diblog ini, dan kasih feedbacknya ke aku. Dia kasih saran, kritik, dan nambahin pengetahuanku soal penyampaian tulisan di blog.  Dalam obrolan singkat, dia menanyakan satu hal yang asing di telingaku, yaitu “Law of Attraction” (LOA). Itu bener-bener aku nggak tahu dan baru pertama kali aku tahu istilah itu. Dan dengan innocentnya aku mengartikan LOA sebagai “hukum beraksi/bertindak” (payah banget mikirnya shallow amat). Dari jawaban seorang ignorant yang mikirnya shallow, akhirnya aku dapat jawaban yang bener. Law of attraction = hukum Tarik menarik, hukum ketertarikan. Nah …. Sekarang udah pegang jawaban benernya tinggal gali lebih dalam lagi soal law of attraction.  Si kakak sepupu tertuaku ini nyaranin aku buat baca buku ”T...

How to Use "More" & "Most" in Degrees of Comparison

Do you know what Degrees of Comparison are? Degrees of Comprison is material in English which means "comparison" . So in this material you will learn how to compare one thing with another. Can compare one thing to another thing or one thing to many other things. However, do you know how to use comparative sentences in English? Do you know the difference between using "more" and "most" ? Most errors in using comparative words in English are the use of the words "more" and "most". So, we learn first about the use of "more" and "most". Watch the video below:  more and most " How does the video above explain? Clear enough, right? OK, now that you understand how to use "more" and "most", let's check our understanding with the interesting quiz below:

Pentingnya Evaluasi Pembelajaran

Apa yang kalian tahu tentang dunia pendidikan? Dunia pendidikan adalah hal yang tidak asing lagi bagi semua orang. Semua pernah merasakan yang namanya belajar di sekolah. Bertemu dengan teman sebaya dan Bapak Ibu Guru. Memperoleh ilmu baik pengetahuan maupun moral. Namun apakah kalian tahu dibalik itu ada berbagai sistem dan metode dalam dunia pendidikan? Ada berbagai proses dibalik dunia pendidikan yang sering para guru (pendidik) terapkan dalam pembelajaran. Hal tersebut dilakukan guna untuk keberhasilan pendidikan di Indonesia serta mencerdaskan generasi penerus masa depan negara. Salah satu hal yang penting yang harus diterapkan bagi para pendidik dalam pendidikan adalah bagian evaluasi pembelajaran. Evaluasi menjadi penting untuk membenahi atau meminimalisir hal yang kurang baik dalam pembelajran agar bisa diterapkan hal baik ke depannya. Dengan evaluasi, pendidik mengetahui bagian mana yang kurang dalam proses pembelajaran sehingga selanjutnya hal tersebut yang kurang dapat d...