Langsung ke konten utama

Postingan

INDIFFERENT

Baru saja mengalami kejadian yang datang di luar kendali. Di luar kontrol. Tak disangka-sangka. Datang tanpa memberi waktu untuk saya mempersiapkan diri. Tanpa aba-aba, tanpa kabar, tak terduga. Kejadian yang spontan yang memaksa saya untuk segera berpikir dan mengambil tindakan.  Saya rasa kalian juga pernah mengalami hal tersebut.  Yang menjadi pertanyaan adalah : 1. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? 2. Kenapa harus saya yang mengalami? 3. Siapa yang patut untuk saya salahkan? 4. Apa maksud dari kejadian tersebut? 5. Seharusnya apa yang perlu saya kerjakan? 6. Harus bagaimana saya menyikapinya? 7. Jika saya tidak segera ambil tindakan, apa yang akan terjadi selanjutnya? 8. Jika saya bisa segera bertindak, apakah tindakan saya benar? 9. Kalau tidak benar, lalu bagaimana kondisi saya di situasi tersebut? 10. Kalau benar apakah kejadian tersebut dianggap selesai? 11. Bagaimana kondisi saya setelah kejadian tersebut berlalu? 12. Apa yang bisa saya ambil dari kejadia...

Self Awareness di Era Pandemi

Bicara soal pandemi, sudah menjadi hal biasa. Sudah bulan-bulanan kita semua hidup dalam new normal. Work From Home (WFH), PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), ngurus administrasi online, dan lain sebagainya, yang mana semua dilakukan serba daring. Kondisi pandemi ini mengharuskan kita semua untuk merubah kebiasaan. Kita dituntut untuk memperhatikan protokol kesehatan. Sering cuci tangan pakai sabun, kemana-mana bawa hand sanitizer, pake masker, jaga jarak, dan banyak.  Semua ini dilakukan untuk pencegahan penularan virus covid-19. Itu bagus jika masyarakat (khususnya di Indonesia) bisa menerapkan protokol kesehatan. Hal ini buat kepentingan kita bersama. Namun apa yang terjadi di lapangan???? Masih ada saja yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Bahkan ada yang tidak percaya adanya virus ini. Come on dude..... Kalo virus covid-19 ini benar-benar gak ada, terus apa yang dimaksud dengan puluhan ribu korban nyawa yang meninggal karena virus ini? Berapa ratus ribu orang yang terpapar vir...

My Version About Quarter Life Crisis

What is the meaningfull things for me??? What's my happy??? What Will i do??? Di kondisi sekarang yang lagi gak bersahabat denganku. Kondisi ketika aku gundah semalaman dan tidak bisa tidur nyenyak. Yahhh... Kupikir semua pernah merasakannya. OVERTHINK . Apalagi di masa peralihan menuju dewasa seperti ini. Membuat kebanyakan para remaja merasa resah dengan keadaannya. Merasa tidak nyaman. Sering overthink. Sudak bermeditasi berkali kali namun tidak ketemu jalan pasti. Dan pertanyaan pertanyaan yang berat itu malah makin besar. Akhirnya larut dan larut dalam emosi jiwa yang membuat kita (para remaja) makin tidak tenang. Ada aja yang mengganggu pikiran, tapi secara logis nggak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan. Ada apa dengan diri, kenapa bisa begini, problem apa yang menyerang, dan lain sebagainnya. Sejauh ini yang bisa aku simpulin dari sekian kontemplasi yang pernah kualami. Dan dari sumber yang kupelajari. Sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Itu merupakan sebuah proses menemu...

Sedarah (Shallow VS Emosional)

Dikit dikit mengumpat. Dikit dikit marah marah. Dikit dikit jengkel. Aku gak seneng dengernya. Cuma masalah sepele aja riwehhh nyaaa minta ampun. Hadeuhhh.... Gini nih kalo punya kakak yang shallownya superrr banget lahh. Rasanya pengen kulempar pake kursi. Misal ya, cuma karena lehernya gatal, dia udah bergeming geming sambil jalan sebel. Sambil ngeluh gitu... Sama mukanya asem banget dilihat. Aku jadi emosi banget lihatnya. Cuman gitu aja kok sambatnya hebohh. Dasar kakak shallow. Ada lagi nih, pernah ya dia itu lagi bawa barang barang, dan salah satu barangnya ada yang jatuh. Huhhh.... Langsung deh keluar tu nada geming yang panjang dan pake tendensi. Setelahnya semua barangnya dijatuhin pake kekuatan dalamnya dia, "broookkk"... Gitulah. Riwehhh banget. Gua malah terpancing marahnya lihat polahnya dia. Aku itu punya kakak, perempuan. Umurnya 6 tahun lebih tua dari aku. Dia itu ribet banget deh pokoknya. Ngomong sama dia itu gak sabaran. Soalnya gak penting penting amat cer...

I Don't Know What The World is All About

Mencari jati diri itu emang susah ya. Sampai sekarang pun aku belum tahu mau jadi apa nantinya. Sekarang aku masih meraba raba bagaimana kelak. Semua masih dalam tanda tanya yang besar dikepalaku. Dulu aku punya keinginan yang ambisius banget, aku berkhayal, berlatih, dan berdoa agar dikabulkan Yang Maha Kuasa. Berharap harap bisa nyata. Namun perjuangan yang aku lalui dipenuhi dengan tantangan. Sampai membuatku "aku harus bisa melewatinya". Setelah dekat dengan harinya (hari penentu terkabulkan atau tidaknya) aku sudah berserah kepada takdir yang membawaku ke timur atau barat, ke selatan atau ke utara. Aku berjanji tidak akan menyerah dengan kenyataan. Dan iyaa.... Aku tidak bisa mewujudkannya. Namun sebelumnya aku sudah berjanji untuk tidak apa apa.  Aku menerima konsekuensi konsekuensi yang kuperbuat ketika aku berambisi tinggi. Aku harus nge re-planning. Tapi aku tak punya dasar perencanaan yang baik. Asal mencoba ini itu ini itu. Pun ternyata itu bukan jalanku. Aku harus...